Friday, August 26, 2011

Bibir Tersenyum, Hati Menangis...


jangan lagi bolak balik datang dan pergi dalam hidupku... walau masih sayang, tapi hati ini sedikit sebanyak terkilan dengan sikapmu... kala hati terusik, semuanya masih terpendam... kerana kenangan masa lalu daku seperti takut untuk menerima sesuatu yang baru dalam hidupku... daku tak hubungi bukan kerana tak sayang atau tak ingat... cuma kecewa dan terasa hati... daku tidak ingin menjadi selumbar di hatimu... daku tak sanggup untuk kecewa lagi... dan daku juga tak mahu diperkatakan seperti apa yang dikatakan olehmu... daku hanya insan biasa, punya rasa, hati dan perasaan...

suatu ketika dulu dikau mampu memahami diri ini...namun kenapa kini hanya pasangka yang bersarang di hati... kepercayaan buatku seperti kian pudar buatmu... daku sedar mungkin daku takkan pernah mampu jadi yang terbaik buatmu... tetapi daku telah mencuba melakukan yang terbaik untuk memahami dirimu... sayangnya diriku tak dianggap begitu... ego yang direndahkan terasa seperti diperlekehkan kini... jangan pernah mencabar egoku... kerana egoku setinggi langit... akan ku bina semula tembok ego dalam diri ini... namun, bila mana ego ini tercabar... berderai juga airmata ke pipi...

suatu ketika kita bertemu dengan cara yang baik... daku tak mahu bermusuh kerana apa yang telah terjadi... daku akan belajar menerima semuanya perlahan-lahan... andai dikau tahu, daku cukup serik dengan apa yang terjadi... tak mampu lagi ku bukakan hati ini walau untuk sesiapa pun kelak... biarlah apa yang terjadi menjadi pengajaran dan kenangan buatku menempuh kehidupan kelak... rahsia di hati tak siapa yang tahu...

buat yang terniat mengenali diri ini dengan lebih dekat... kemaafan ku pohon kerna hati ini seperti sudah mati... daku perlukan masa untuk mengubati luka yang tiada ubatnya... hanya masa yang akan mampu merawatnya... perkenalan itu indah, tapi perhubungan itu payah... hmmm... mungkin daku hanya layak bersendiri... bukan ku sekat niat hatimu... cuma sedar akan siapa diriku... daku pernah ditinggalkan suatu ketika dahulu... dan ditinggal pergi untuk kesekian kalinya... luka lama masih terasa... luka yang baru kian bernanah... bukan takut menghadapi realiti... cuma tak pasti dengan harapan dan janji...

p/s: orang lain tak perlu tahu apa yang daku rasa... kerna mereka tidak merasa... sesiapa pun tak akan mampu memahami diri ini kerana daku sangat pasti akan kekurangan diri... sedang belajar melupakan kenangan silam... agar tak tenggelam dalam masa yang suram... dan memberi peluang pada masa akan datang untuk diisi dengan kenangan yang baru... walau sepahit mana pun kenangan silam itu... daku tak akan pernah membuangnya... biarlah ia menjadi pengajaran untuk hari muka... cuma hati ini hanya mahu kesakitan dan kepedihan kenangan silam itu pudar bersama waktu... yang dicari hanyalah hati yang ikhlas menyayangi diri ini seadanya...

Perasankah Kamu??




andai mahu difahami...
belajarlah untuk memahami...
jika mahu dipercayai...
belajarlah mempercayai...

selalunya kita selalu mengharapkan orang memahami kita...
dan tanpa kita sedar, kita tidak pernah cuba untuk memahami orang lain...
dan kerana terlalu cuba untuk memahami dan menjaga hati orang lain...
diri sendiri yang terluka...

perasankah kamu???


Monday, June 6, 2011

rasa hati...


terima kasih kerana pernah jadi yang terindah dalam hidupku...suatu ketika daku pernah kecewa...pernah terluka...ku pendam segalanya...diriku kini kian tersisih...harapan yang pernah ku garap hanya tinggal harapan...kadang kala terasa diri ini seperti baju terbuang...bila diperlukan dicari...selagi ada manfaat yang boleh diperolehi, dipakai...namun bila sudah lusuh dan tak lagi berharga, diberi pada yang lain...diri ini ibarat bola yng ditendang ke hulur ke hilir...sesekali hati tersentuh mengenang kenangan lalu...berderai airmata...meski ku cuba terima segala suratanNya...namun hati ini ada kalanya tidak mampu menipu diri sendiri...daku rindukan kenangan yang dulu...namun daku sedar, segalanya sudah berubah...tak akan sama seperti dulu lagi...

ku sangkakan kehadiranmu bakal merubah segalanya...namun, tanpa ku sedari daku membuat dirimu terluka...maaf andai daku tak mampu membahagiakanmu....mungkin daku tak layak walau untuk sesiapa sekalipun...daku bukan insan sempurna...banyak kekurangan dan cacat cela...daku sedar siapa diri ini...selalu tamak mahukan segalanya...di kala dirimu terluka...daku sedar kekuranganku...daku tak mampu menjadi yang terbaik buatmu...tak usah terlalu menjaga hati ini...kelak hatimu yg kian parah...jangan pernah hatimu terluka kerana diri ini...

maaf...daku tak mampu menjadi yang terindah buatmu...mungkin hadirku hanya mengundang beban buatmu...maaf dari hati...

wahai hati, tabahlah dikau menghadapi dugaan hidup ini...dikau perlu kuat,sekuat dulu...berdirilah di atas kaki sendiri...jangan biar yang lain nampak kelemahanmu...mereka tak perlu tahu apa yang kamu rasa...

maaf andai daku tak selalu memahamimu...daku bukanlah seorang yang mampu membaca apa yang ada di fikiranmu...terlalu banyak dikau berkorban untukku...tak mampu ku balas hingga ke hujung nyawa sekalipun...jangan pernah biar hatimu terluka...daku sedar...daku hanya insan biasa...maaf andai hatimu terluka...tiada apa yang mampu ku lakukan selain memohon kemaafan...terlalu banyak salah dan kekurangan diri ini...jangan pernah dikau menipu diri sendiri mengatakan dikau tidak pernah terasa hati denganku...walaupun daku tidak mengetahui apa tersirat di lubuk hatimu...daku tahu, sedikit sebanyak dikau terluka dan kecewa....

terima kasih kerna pernah jadi orang pertama yang meraikan ulang tahun kelahiranku...terima kasih kerna menjadi orang pertama yang memberi hadiah di hari ulang tahun kelahiranku...terima kasih kerna pernah sudi menerima diri ini...terima kasih kerna telah membahagiakanku...terima kasih kerna ada bersamaku di kala kesihatanku tidak begitu baik...terima kasih kerna menjagaku dengan sepenuh hati...terima kasih kerna banyak berkorban untukku...terima kasih buat segalanya...budimu ku kenang hingga hujung nyawa...pengorbananmu takkan pernah ku lupa....

maaf andai diri ini tak sempurna...maaf andai dirimu banyak terluka...maaf andai diri ini banyak meminta...maaf andai hatimu pernah terasa....maaf andai ada ketikanya tak mampu membahagiakanmu...maaf atas segalanya...

p/s buat diri sendiri:
andai diri tidak sebaik Zulaikha...jangan pernah mengharapkan kasih semulia Yusoff...

wahai hati...janganlah engkau terlalu lemah...kerna ia boleh menjatuhkanmu...tabahlah engkau seperti dahulu...kuatkanlah semangatmu...jangan mudah goyah dengan dugaan hidup...sesungguhnya Dia tidak akan menguji hambaNya dengan dugaan yang tak mampu untuk ditempuhi oleh hambaNya...ingatlah selalu, setiap apa yang terjadi dalam hidupmu, ada hikmahnya yang tersendiri...mungkin dikau kadang kala mengeluh...tapi lambat laun dikau akan menyedari hikmah yang tersembunyi itu...kadang kala Dia tak beri apa yang kita mahu...tapi tanpa kita sedari Dia hadiahkan kita dengan apa yang kita perlu...

Sunday, June 5, 2011

andai itu suratannya...


mungkin daku sudah tidak sekuat dulu... tapi daku mengharapkan agar akan selalu kuat untuk menempuh dugaan hidup... tak mengapa lah andai selepas ini tiada lagi yang akan selalu berada di sampingku...berkongsi cerita dan suka duka...mungkin daku perlu belajar memendam seperti dulu...biarlah hati ini sahaja yang terluka...tapi jangan ada hati lain yang terluka kerana diri ini....maaf andai daku tak mampu jadi yang terbaik buatmu...daku hanya insan yang serba kekurangan....menumpang kasih orang....daku akan sentiasa menghargai pengorbananmu...tak akan ku lupa smp bila2...daku juga mendoakan agar dikau sentiasa bahagia tak kira walau dengan siapa pun...andai satu hari nanti akan berakhir kesempatan untukku bertemu denganmu,daku mengharapkan dikau sudi memaafkanku atas segala kesilapan dan kekurangan diri ini...

p/s buatmu: semoga kebahagiaan dan kejayaan sentiasa mengiringi perjalanan hidupmu...

Thursday, March 31, 2011

Dakukah yang bersalah???


salah akukah andai ada teman yang menyapa...??pernahkan tahu hatiku dulu pernah hampir hancur melihat insan lain memanggilmu sayang...dan kini hatiku hancur lagi...mungkin benar "daku tidak akan pernah layak walau untuk sesiapa pun"... semuanya kini yang terlihat di matamu adalah salahku...penahkah diri ini diberi kesempatan untuk memberi penjelasan...daku terima apa jua penjelasanmu walau hati ini terluka...memang daku tidak seperti orang lain yang pandai meluahkan rasa....mungkin daku hanya layak memendam segalanya...sampai ia berdarah dan bernanah...

dikau pernah ingin sekali mengetahui apa yang daku rasakan dan apa yang tersirat di hati ini...namun kesempatan itu seperti tidak wujud buatku...daku selalu di biarkan mati kata dan dipenuhi persoalan tanpa jawapan...andai daku boleh meluahkan segalanya...mungkin hati ini akan sedikit lega...namun kini masih akan terluahkan apa yang daku rasa..??? atau mungkin akan terus terpendam hingga ke hujung nyawa....